KETERLIBATAN BAWAHAN DALAM PEMBUATAN KEPUTUSAN

Konsep peran serta dalam pengambilan keputusan mula-mula diperkenalkan oleh French et al.(1960), ketika mengatakan bahwa peran serta menujukan suatu proses antara dua atau lebih pihak yang mempengaruhi satu terhadap yang lainnya dalam membuat rencana, kebijakan, dan keputusan. Peran serta bawahan dalam mengambil keputusan sesungguhnya lahir dari desakan kebutuhan psikologis yang mendasar pada setiap individu.
Keinginan untuk berperan serta menurut Archbold (1976) didorongkan oleh kebutuhan akan hasrat akan kekuasaan, ingin memperoleh pengakuan, dan hasrat untuk bergantung pada orang lain, tetapi juga sebaliknya tempat orang bergantung. Pentingnya peran serta bawahan dalam pengambilan keputusan juga diakui oleh Alutto dan Belasco (1972), karena dengan demikian ada jaminan bahwa pemeran serta(karyawan) tetap mempunyai kontrol atas keputusan-keputusan yang diambil. Apabila pemeran serta tidak dapat mengontrolnya, maka organisasi akan mengalami kerugian, sama dengan tidak ada peran serta sama sekali.
Para menejer akan sulit untuk membuat keputusan tanpa melibatkan para bawahannya, keterlibatan ini dapat formal seperti pengguanaan kelompok dalam pembuatan keputusan; atau informal seperti permintaan akan gagasan-gagasan.
Bantuan para bawahan dapat terjadi pada setiap tahap proses pembuatan keputusan. Bermacam-macam bentuk peran serta bawahan dalam pengambilan keputusan telah diperkenalkan oleh sejumlah penulis. Seprti Cotton et al. (1988) yang mencoba mengadakan penelitian terhadap berbagai karya tulis tersebut dengan mengumpulkan lebih dari 400 artikel tentang peran serta dalam pengambilan keputusan. Dimana setiap artikel itu diklasifikasikan ke dalam lima sifat peran serta, yaitu ; formal-tidak formal, langsung-tidak langsung, tingkat pengaruhnya isi dari keputusan, dan jangka waktunya singkat atau lama. Dari lima sifat peran serta itu dengan memperhatikan berbagai bentuk peran serta yang tersedia dalam kepustakaan, dirumuskanlah enam kombinasi bentuk peran serta, yaitu:
(1) Peran serta pengambilan keputusan dalam bidang tugas,
(2) Peran serta konsultatif,
(3) Peran serta jangka pendek,
(4) peran serta informal,
(5) Hak milik karyawan,
(6) Peran serta perwakilan.
Kebaikan
|
Kelemahan
|
| 1. Implementasi suatu keputusan apakah dibuat oleh kelompok atau tidak, haru diselesaikan oleh para manejersecara individual. Karena kelompok tidak diberikan tanggung jawab, keputusan kelompok dapat menghasilkan situasi dimana tidak seorangpun merasa bertanggung jawab dan saling melempar tanggung jawab.
|
Group Desicion, Keputusan itu ditetapkan oleh para anggota grup, baik atas hasil mufakat dan musyawarah, maupun atas voting. Dalam proses pengambilan keputusan, Anggota Grup ikut berperan aktif membicarakan tujuan dari "Keputusan, resiko, dan dampak keputusan serta ikut menetapkan keputusan tersebut"
Kebaikannya:
1. Keputusan relatif lebih baik,logis, ideal, sebab merupakan hasil pemikiran dari beberapa orang
2. kecenderungan untuk Bertindak Otoriter dapat dihindarkan
3. Kerjasama Relative akan dapat ditingkatkam diantara sesama anggota Grup
4. Resiko dan dampak Negatif dari keputusan semakin kecil
5. pembinaan para anggota Grup Lebih baik
Keburukannya
1. Pengambilan Keputusan Relative lama, bahkan sering bertele-tele
2. Biaya pengambilan keputusan relative lebih banyak
3. Penanggung Keputusan Kurang jelas
4. Minoritas Terkadang terpaksa menyetujui keputusan karena kalah suara
Sumber:
http://farhan24.blogspot.co.id/2011/11/pengambilan-keputusan-manajemen.html
http://fairuzhr06.blogspot.co.id/2013/11/keterlibatan-bawahan-dalam-pembuatan.html
https://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Perencanaan&action/
http://rendigooners.blogspot.co.id/2013/11/24-keterlibatan-bawahan-dalam-pembuatan.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar